Gerakan BISA Kemenparekraf di Lombok Berakhir di  Kawasan Kota Tua Ampenan

Gerakan BISA Kemenparekraf di Lombok Berakhir di Kawasan Kota Tua Ampenan

Gerakan BISA Kemeterian / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berlangsung di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat akhir minggu ini sampai di destinasi terakhirnya, yaitu kawasan Kota Tua Ampenan. Kegiatan ( Bersih , Indah, Sehat dan Aman) yang berlangsung Hari MInggu pagi, 26 Juli 2020 ini bertempat di Anjungan Setia Hati, Pantai Ampenan, Kota Mataram.

Kegiatan ini dipandu oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Mohamad Fauzal dan dibuka secara resmi dibuka oleh perwakilan Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Guntur Sakti dan didampingi oleh Camat Ampenan Syamsul Irawan.

Ketidakhadiran perwakilan Dinas Pariwisata Kota Mataram dan penuhnya kerumunan masyarakat yang memenuhi badan pinggir Pantai Ampenan sempat membuat gusar Kadispar Provinsi Lalu Moh. Fauzal. Melihat kegiatan masyarakat yang berolahraga, senam aerobik hingga menikmati kuliner pagi di deretan warung-warung yang padat  membuat kadispar yang telah menjabat selama 6 tahun ini menyebutnya seperti situasi “ pasar tumpah”. Padahal situasi saat ini masih masuk pada pandemic Covig-19 dan beradaptasi New Normal. Tapi yang terlihat adalah situasi kerumunan yang sulit diatur, banyak yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak, apalagi sarana cuci tangan yang minim.

Namun demikian Lalu Moh. Fauzal ini tetap mengajak 100 peserta Gerakan BISA Minggu pagi itu untuk bersemangat dan berkerja keras menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata Kota Tua Ampenan

.

Setelah dibuka secara resmi dan diserahkan alat-alat kebersihan oleh Guntur Sakti, maka kegiatan Gerakan BISA dimulai dengan menyebarkan para peserta ke berbagai titik di sudut-sudut kawasan wisata kota tua ini.

WIsata Ampenan.

Kawsan WIsata Ampenan memang selalu mengundang wisatawan untuk megunjunginya. Dulu kawasan ini adalah pelabuhan laut penghubung Lombok dengan Bali dan daerah lainnya. Namun setelah pelabuhan berpindah ke Kota Lembar, maka Ampenan yang juga pusat perekonomian itu perlahan berganti menjadi kawasan wisata sejarah.

Selain deretan bangunan pertokoan bergaya jaman kolonial masih banyak yang berdiri. Kawasan pantainya juga menjadi destinasi wisata menarik bagi warga lokal wisatawan domestik maupun mancanegara. Pantainya menjadi magnet untuk wisatawan. Walaupun berpasir hitam dan mulai terkena abrasi air laut naun tetap  banyak terlihat anak-anak dan keluarga yang menikmati deburan ombaknya.

Kawasan ini juga terkenal dengan kawasan kulinernya yang menjual berbagai makanan khas Lombok, seperti Ayam Taliwang dan Sate Balanyak. Apalagi jika sore hari, menjadi tempat yang pas untuk melihat keindahan matahari terbenam.

Untuk itu diperlukan kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan untuk mejadikan kawan wisata Ampenan ini  yang Bersih,Indah, Sehat dan Aman Semoga dengan Gerakan BISA yang digulirkan oleh Kemenpar ini dapat menyebarkan semangat gotong royong masyarakat untuk terus menjaga destinasi wisata yang ada di wilayahnya, termasuk di Pulau Lombok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »