Kemenparekraf Kembangkan Pola Perjalanan Wisata di Taman Nasional Baluran

Kemenparekraf Kembangkan Pola Perjalanan Wisata di Taman Nasional Baluran

Dalam rangka mengembangkan wisata alam di tahun 2020, maka Kemeparekraf  tengah melakukan kegiatan perancangan pola perjalanan wisata di taman-taman nasional di Indonesia. Sebagai tujuan pertama dipilihlah Taman Nasional Baluran di Jawa Timur.

Taman nasional yang dijuluki The Little Africa van Java ini sejak tahun 1997 berstatus sebagai taman nasional yang sebelumnya berstatus taman suaka margasatwa. Taman nasional ini memiliki luas 230.126 Ha untuk wilayah daratan daratan dan 3.506 Ha untuk wilayah perairan, serta memiliki berbagai kekayaan flora dan fauna yang melimpah, sehingga pantas dijadikan destinasi wisata alam dengan bentang alamnya yang indah.

Taman Nasional yang diapit 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi ini memilki banyak obyek wisata yang menarik. Mulai dari pengamatan satwa liar ( Banteng, Rusa, Burung Merak, Burung Hantu, Macan Tutul, Monyet), Pantai Bama, Hutan Evergreen, Padang Savana Bekol dan masih banyak lagi.

Kegiatan penyusunan pola perjalanan wisata di Taman Nasional Baluran (TNB), Jawa Timur ini untuk melihat pola perjalanan apa yang ada di TNB dan memberikan rekomendasi kebutuhan bagi pengembangan produk wisata alam untuk para pemangku kepentingan. Hasilnya nanti dapat diteruskan kepada pada tour operator atau agen perjalanan untuk membuat paket-paket wisata sesuasi minat dan kebutuhan wisatawan, baik dari Nusantara maupun mancanegara.

Photo by : Agustinus Dwi Cahyo – Tim Polper Taman Nasional Baluran Kemenparekraf

Kegiatan survey perancangan pola perjalanan di TNB ini dilakukan pada tanggal 15 – 21 Oktober 2020. Dengan melibatkan tim di Kemenparekraf maupun pihak TNB. Kegiatan dimulai dengan berkoordinasi dengan pihak TNB dengan melakukan presentasi program, melakukan peninjauan langsung di berbagai tempat di Kawasan taman nasional hingga melakukan Focus Discussion Group dengan para pemangku kepentingan di TNB.

Berbagai pola perjalan wisata dapat dilakukan di TNB, mulai dari wisata melihat bentang alamnya, satwanya, melihat situs-situs wisata religi hingga menjadikannya sebagai destinasi  yang dapat dikombinasikan dengan berbagai kegiatan olahraga. Bahkan desa-desa penyangga bisa dijadikan wisata pedesaan.

Semoga melalui kegiatan ini menghasilkan banyak pilihan kegiatan wisata dan menjadikan TNB sebagai destinasi wisata baru bagi wisatawan di Jawa Timur.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »