Maestro Pelukis Indonesia akan Berpameran di Museum Louvre Paris

Maestro Pelukis Indonesia akan Berpameran di Museum Louvre Paris

ajax loader

R.Sidik W.Martiwidjojo, pelukis maestro Indonesia berusia 70 tahun ini akan ikut serta dalam pameran bersama mewakili Indonesia di Museum Louvre Paris Perancis pada tanggal 11-14 Desember 2014. Pada pameran kali ini , R.Sidik akan memamerkan 20 koleksi lukisannya yang dilukis sejak tahun 2004 hingga sekarang.

Pada hari Kamis, 13 November 2014, bertempat di ICBC Tower, Jakarta, telah diadakan jumpa pers mengenai rencanan pameran tersebut. Hadir dalam acara itu, Hari Kuntoro Drajat ( Perhimpunan Budaya Indonesia), Shen Xiaoqi ( PT Bank ICBC), Ahman Sya ( Kementrian Pariwisata, Ke Zhihua (China International Cooperation Center/ CICC) dan  Eddy Soetriyono ( Kurator).

Adalah Asosiasi Seniman Nasional Perancis ( SNBA) yang mengundang pelukis R.Sidik melalui Perhimpunan Budaya Indonesia. Undangan tersebut untuk meminta kesediaannya ikut serta dalam Louvre International Arts Exhibition.

IMG_0061utk tv

Tema yang akan dibawa dalam pameran kali ini adalah “Pencerahan dari Timur (Enlightment Orientalism)”. Artinya melalui karya seni lukis yang akan dipamerkan, menggambarkan kekayaan kebudayaan Timur yang akan mencerahkan dunia Barat, melalui seni dan budayanya.

R.Sidik sebelumnya telah berkarya sejak tahun 1960-an namun dengan gayanya yang terpengaruh budaya China. Pada masa orde baru sayangnya pengaruh budaya Tiongkok diberangus, sehingga ia berkarya secara tertutup. Baru saat era reformasi ia kembali menampilkan karya-karyanya.

R.Sidik yang merupakan seorang keturunan China, telah banyak membantu dalam pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia. Melalui karya-karya yang berupa lukisan dari cat air, Ma Yongqiang, nama Chinese dari R.Sidik telah mendapatkan penghargaan sebagai peneliti di Institut Penelitian Seni Rupa Tiongkok dan berhasil mengadakan pameran tunggal di NAMoc ( National Art Nuseum of China) pada tahun 2007.

Berkat karya-karya lukisanya serta peranan aktifnya dalam hal kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok, pemerintah China dalam hal ini CICC melalui ICBC mensponsori keikutsertaan R.Sidik berpameran di Louvre, Paris, Perancis. “ kami ingin agar Bapak Sidik menyampaikan keindahan budaya Timur kepda seluruh dunia melalui pameran tersebut, “ ujar Ke Zhihua dari CICC.

Ahman Sya menyatakan bahwa pemerintah mendukung R.Sidik sebagai tokoh seni rupa Indonesia. Kementrian Pariwisata mendukungnya dengan memfasilitasi berbagai keperluan dan meberikan kata sambutan mewakili pemerintah Indonesia. “ Dengan ikut serta dalam pameran di Louvre, Perancis , bapak Sidik telah menjalankan diplomasi budaya, memperkenalkan Indonesia di dunia internasional, “ ujar Ahman Sya.

Shen Xiaoqi mewakili  PT Bank ICBC menyatakan bahwa seni budaya dan perekonomian sangat erat hubungannya keberhasilan suatu perdagangan, oleh sebab itu ICBC mendukung karya-karya R.Sidik untuk berpameran.

Kurator Lukisan Eddy Sitriyono menjelaskan bahwa R.Sidik dalam melukis dipengaruhi oleh gaya lukisan China dan Indonesia, dan juga ada pengaruh impresionis Barat, “ Hal itu menjadi keunikan lukisan R.Sidik. Dalam karyanya kita tidak diajak melihat obyeknya , tetapi makna atau sifat dari obyek tersebut. Keteguhan gunung, keluwesan sungai, ketenangan laut yang menyimpan kemarahan. Gambaran alam dalam lukisannya bukan hanya alam fisik tetapi juga alam batin,” kata Eddy menjelaskan.

R.Sidik dalam sambutannya tidak banyak berkomentar tentang pameran yang akan ia ikuti, namuan ia banyak berterima kasih kepada pihak –pihak yang telah mendukungnya untuk bisa ikut dalam pameran internasional, mulai dari pemerintah Indonesia dan pemerintah Tiongkok.  “ Saya kan menampilkan lukisan-lukisan terbaik saya, mulai ukuran mulai dari 136cm x 68cm, 198cm x 76cm, 5x2m, sampai ukuran 7×2 meter, “ ucapnya pelukis yang dikenal dengan rambut putihnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *