Ada Air Terjun 7 Tingkat di Kabupaten Tambrauw Papua Barat

Kabupaten Tambrauw  di Provinsi Papua Barat yang memiliki julukan Kabupaten Konservasi ini, tentu memiliki bentang alam yang lengkap dan masih asli. Mulai dari kawasan pesisir hingga kawasan pegunungan. Salah satu yang menarik dari kawasan pegunungan adalah wisata alam air terjun.

Salah satu air terjun yang sudah dibuka sebagai atraksi wisata adalah Air Terjun Anendrat, yang berada di Distrik Miyah. Yang menarik dari air terjun ini adalah tidak hanya alam sekitarnya yang dikelilingi oleh hutan lebat, tetapi air terjunnya sendiri juga unik, karena berundak-undak hingga  7 tingkat.

Untuk mencapainya, paling dekat melalui Kota Manokwari menuju Distrik Kebar yang dapat ditempuh selama 5 jam, kemudian dari Kebar ke Miyah dapat dicapai dalam waktu 1 jam. Sedangkan dari Kota Sorong, harus ditempuh dulu menuju Kota Sausapor selama 3 Jam, lalu melewati Kota Fef, ibu kota Kabupaten Tambrauw selama 3 jam dan dilanjutkan ke Distrik Miyah selama 2 jam.

Sesampai Distrik Miyah, yaitu kantor distrik, pengunjung akan berjalan kaki melewati rumah penduduk. Serunya, karena belum adanya jembatan, maka pengunjung harus menyebrangi Sungai Ayasoyuwoh  yang memilik lebar sekiar 50 meter.

air terjun 5

Namun jangan takut, karena penduduk setempat  yang ramah, ringan tangan untuk memandu dan membantu pengunjung untuk menyebrang. Di saat arus sungai normal, airnya hanya setinggi lutut orang dewasa.

Sesampai di sisi sebrang, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan sejenak di jalan setapak, tak sampai 5 menit, suara deru arus air sudah terdengar dan air terjun Anendrat sudah tampak. Memilik lebar sekitar 5 meter, air terjun ini memang memiliki kontur landai dan berundak-undak melewati bebatuan besar sehingga menampilkan lanskap yang unik.

Saat dikunjungi rombongan press tour Kementerian Pariwisata, 4 Maret 2019, rombongan yang diantar peduduk setempat melihat arus yang deras tampak berbahaya, namun begitu melihat penduduk yang kebanyakan anak-anak tampak dengan mudah mendaki undakan batu diantara arus deras air terjun. Seakan air terjun ini hanya lahan bermain mereka sehari-hari.

Kepala Distrik Miyah,Sofia Namomo.S.st menyambut rombongan dengan meriah. Mereka menghadirkan tarian penyambutan Iyo dan Posuo dari depan rumah penduduk sampai bibir sungai. “ Air terjun ini baru kami buka 1 tahun, “ kata ibu kepala distrik menjelaskan.” Dan untuk berkunjung ke air terjun ini gratis”, lanjutnya.

Namun untuk parkir kendaraan dipatok harga Rp. 100.000,00 per mobil dan Rp 50.000,00 untuk motor. Uangnya akan dimasukan ke dalam kas desa untuk usaha pengembangan pariwisata di kawasan air terjun ini.

Sudah banyak wisatawan termasuk dari mancanegara yang berwisata di air terjun yang memiliki makna nama, air tejrun yang berasal dari mata air ini. Kebanyakan dari mereka adalah rombongan wisatawan asal Amerika dan Eropa yang gemar mengamati burung atau Birdwatching.

Artikel Terkait:

Wisatawan birdwatching ini biasanya tinggal selama seminggu di pondok di dalam hutan yang memiliki 4 kamar, dan mencari burung-burung endemik seeprti Burung Cendrawasih, Burung Kaswari, dan masih banyak lagi.

Ke depan setelah infrastuktur memadai, diharapkan tentunya dibangun jembatan untuk menyebrangi sungai dan jalan setapak yang nyaman juga fasilitas penunjung lainnya seperti penginapan dan rumah makan perlu dibangun untuk kenyamanan para pengunjung. Bahkan atraksi alam dan budaya bisa dikembangkan menjadi lebih beragam.

Di unggah oleh:  Ferry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

One comment on “Ada Air Terjun 7 Tingkat di Kabupaten Tambrauw Papua Barat”

© 2013 - 2021 Tourism Vaganza - Allright Reserved | WebDev Credit
crossmenu linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram