AELI Rayakan Satu Dekade Usianya

Pada tahun 2000an, “booming” program Outbound sebagai salah satu menu “wajib” program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) organisasi merupakan masa keemasan penggunaan metode Experiential Learning (EL) dalam hal ini Outbound di Indonesia. Namun pada perkembangannya, trend ini mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan menjamurnya provider outbound yang hanya sekedar meniru aktivitas yang dilakukan tanpa menyadari esensi dari program yang dibuat. Penurunan kualitas layanan ini yang menjadi cikal bakal berdirinya Assosiasi Experiential Learning Indonesia.

AELI didirikan untuk menjaga kualitas layanan maupun kompetensi praktisi EL di Indonesia agar Experiential Learning dapat menjadi program yang diakui dan dipercaya dalam meberikan manfaat pengembangan sumber daya manusia.

Sepuluh tahun yang lalu AELI didirikan dengan semangat untuk meningkatkan kualitas program dan kapasitas praktisi Experiential Learning di Indonesia. AELI berdiri dengan kesadaran bahwa metode pembelajaran berbasis pengalaman (Experiential Learning) ini merupakan metode yang sangat efektif dalam pembelajaran karena menggunakan seluruh aspek pembelajaran manusia baik afeksi, kognisi maupun konasi.

Meskipun nama Experiential Learning Program (ELP) belum banyak dikenal oleh masyarakat umum, salah satu penerapan metode EL yaitu Outbound telah menjadi agenda rutin yang diadakan oleh bermacam organisasi untuk meningkatkan kapasitas anggotanya.

Outbound adalah salah satu implementasi dari ELP, dan masih banyak program pelatihan lain yang menggunakan metode EL dalam pelaksanaannya. Berbekal pemahaman tersebut, AELI berusaha untuk menjadi pihak yang menaungi seluruh penyedia layanan (provider) dan praktisi yang menggunakan Experiential Learning dalam programnya.

Dalam usia yang menginjak 10 tahun ini, AELI menyadari masih banyak kekurangan untuk menghadirkan apa yang diharapkan oleh para pelaku dan pengguna Experiential Learning di Indonesia. Oleh karena itu, momentum 1 Dekade AELI dirasa menjadi saat yang tepat untuk merapatkan barisan bersama seluruh stakeholder EL di Indonesia.Peringatan 1 Dekade AELI ini diadakan dengan semangat untuk meningkatkan layanan asosiasi bagi seluruh stake holder terutama bagi Anggota AELI.

Peringatan 1 Dekade AELI ini akan diadakan pada hari Jumat 9 Juni 2017 pukul 15.00-22.00 WIB di Hotel Aston Sentul Lake Resort & Conference Center, Bogor, Jawa Barat.

Rangkaian acara Peringatan 1 Dekade AELI akan dibuka dengan Open Mic Session. Kemudian dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan pemberian CSR dari AELI bagi lembaga yang membutuhkan.

Rangkaian acara utama Peringatan 1 Dekade AELI ini adalah Talk Show mengenai Sejarah Outbound di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri perkembangan metode pembelajaran berbasis Pengalaman (ELP) di Indonesia diawali dengan masuknya Outbound ke Indonesia.

Talkshow Sejarah Outbound di Indonesia ini menghadirkan narasumber pelaku sejarah sejak masuknya Outbound sekaligus pendiri AELI yaitu Enda Mulyanto founder Pelopor Adventure Camp dan Robby Seahan founder OBET Nusantara. Talkshow ini juga menghadirkan narasumber dari dunia pendidikan yaitu Niniek L. Karim pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Dipandu oleh Brigitta Manohara, Talkshow ini diharapkan dapat memberikan pemahaman sejarah yang tepat mengenai Outbound di Indonesia.

Rangkaian acara Peringatan 1 Dekade AELI ditutup dengan penghargaan Lifetime Achievement Award yang akan diberikan kepada 7 orang pendiri AELI yang telah mencurahkan segenap usahanya, tidak hanya sebatas mendirikan namun juga menjaga AELI hingga dapat bertahan selama 10 tahun ini.

Artikel Terkait:

 

 

favico tourismvaganza website

TOURISMVAGANZA

Travel, Lifestyle & Entertainment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2013 - 2021 Tourism Vaganza - Allright Reserved | Web by Diitalizer
crossmenu linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram