Padatnya Program Acara Kembali 2020

Padatnya Program Acara Kembali 2020

Tahun ini, sister festival dari UWRF, KEMBALI2020 mendapat kehormatan menyambut nama-nama besar Indonesia dalam jajaran pembicaranya, termasuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, aktor dan produser film pemenang penghargaan Nicholas Saputra, penulis Indonesia paling dikenal di dunia internasional saat ini Eka Kurniawan, penulis dengan karya-karya luar biasa Dee Lestari, arsitek Indonesia terkemuka Andra Matin, penulis pemenang penghargaan Intan Paramaditha, dan stand-up comedian wanita Muslim pertama di Indonesia Sakdiyah Ma’ruf.

Festival juga menyambut penulis yang dikenal dengan tulisan-tulisannya yang berani Lailatul Fitriyah, penulis asal Bali yang kerap menulis tentang budaya patriarki Oka Rusmini, penulis perjalanan Agustinus Wibowo, penulis novel peraih penghargaan Ahmad Fuadi, penulis sekaligus pegiat pangan Dicky Senda, dan ilustrator profesional dari Bali Monez.

Pembicara internasional termasuk musisi, komposer, produser pemenang Academy Awards David Byrne, penulis buku terlaris Crazy Rich Asians Kevin Kwan, nominasi Booker Prize Avni Doshi, chef internasional dan pionir penangkapan ikan yang berkelanjutan Bart van Olphen, peneliti Australia pemenang penghargaan Sophie McNeill, dan penulis Haiti-Amerika Edwidge Danticat.

Mereka akan bergabung dengan peraih Nobel Perdamaian dan mantan presiden Timor Timur Jose Ramos Horta, penulis dan jurnalis makanan peraih penghargaan James Oseland, penulis buku Man of Contradictions: Joko Widodo and the Struggle to Remake Indonesia Ben Bland, figur terkemuka dalam sastra dan sinema Israel Etgar Keret, dan konsultan untuk Girls Opportunity Alliance and Leaders: Asia Pasific Program di Obama Foundation Maya Soetoro-Ng.

Melalui sesi berbasis donasi, lebih dari 60 Main Program berupa diskusi panel dan wawancara mendalam, penonton akan belajar bagaimana kreativitas, tradisi, budaya, dan seni merupakan hal krusial dalam menghadapi tantangan-tantangan global. Sesi seperti A Creative Response dan Writing in Time of Crisis menjabarkan dampak sosial dalam industri kreatif selama masa pandemi.

Sesi lainnya yang tidak termasuk Main Program juga menjanjikan inspirasi bagi penonton. Dalam penutaran film Our Mother’s Land, jurnalis Febriana Firdaus melakukan perjalanan untuk menemui para wanita yang bangkit memimpin gerakan sosial melawan kekerasan, hukuman penjara, dan penghakiman dari masyarakat konservatif saat mereka menuntut hak mereka. Sementara peluncuran buku The Sea Speaks His Name karya Leila S. Chudori akan berbagi kisah yang menggugah tentang periode penting dalam sejarah Indonesia. Seorang seniman sekaligus antropolog dari Ubud, Dewa Ayu Eka Putri, juga akan menghadirkan sebuah pertunjukan sebagai penghormatan bagi penyair dan penulis legendaris, almarhum Sapardi Djoko Damono.

Yayasan Mudra Swari Saraswati juga memproduksi seri film dokumenter pertamanya tahun ini, Stories from the Field, dengan lima film pendek yang membagikan dan menyoroti kemampuan beradaptasi masyarakat Bali selama pandemi. Bersama videografer Wayan Martino, seri film ini akan menunjukan sisi lain Bali, tidak hanya pantai dan hamparan sawahnya.

“Sementara ini, nikmati keajaiban KEMBALI 2020. Kami membawa Bali kembali kepada Anda dengan program paling beragam, kreatif, dan menarik,” tutup Pendiri dan Direktur KEMBALI20 Janet DeNeefe.

Deretan program dalam bentuk digital dapat diakses oleh semua orang, baik secara gratis ataupun melalui sesi berbasis donasi. Informasi lebih lanjut mengenai KEMBALI20, silakan mengunjungi https://www.ubudwritersfestival.com/.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »