Border Stage Festival 2018 Sajikan Dua Malam Pentas Jazz di Batam

Border Stage Festival 2018, telah digelar selama dua malam berturut-turut, 28-29 April 2018 di Kota Batam. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PAPPRI Batam dengan dukungan Kementerian Pariwisata ini bertujuan menggaet wisatawan mancanegara, khususnya dari negara-negaa tetangga yang berbatasan langsung dengan wilayah Indonesia, terutama wilayah Kepulauan Riau.

Pada malam pertama Border Stage Festival (BSF) diadakan di lapangan Welcome Batam. Dengan menarik perhatian  masyarakat yang berkunjung ke lapangan Welcome Batam setiap Malam Minggu, panggung BSF menyajikan berbagai pertunjukkan budaya dari berbagai sanggar budaya yang ada di Batam dan penampilan musik jazz asal Polandia, Singapura dan Indonesia.

6

Musisi Jazz yang tampil di malam pertama adalah Jazz Popolsku asal Polandia, Rudy Joe asal Singapura dan Ivan Nosterman asal Indonesia. Penampilan Jazz Popolsku adalah bagian dari rangkaian tour dari Gzergorz Karnas Formula yang sedang melakukan tour di 5 negara, yaitu Kyrgiztan Usbekistan, Indonesia, Singapura dan Malaysia. Trio pimpinan Gzergorz Karnas ini menyajikan  musik jazz yang hanya terdiri dari drum, bass dan sang vokalis  Gzergors Karnas.

Kemudian pentas dilanjutkan dengan penampilan dari Rudy Joe yang kemudian berkolaborasi dengan penampilan Ivan Nestorman. Rudy Joe menampilan lagu-lagu pop Melayu yang lembut dengan bernuansa jazz yang kemudian dilanjutkan dengan Ivan yang berasal dari Nusa Tenggara Timur dengan menyajikan lagu-lag pop jazz dari NTT.

Di malam kedua, BSF bertempat di Asher Bistro dan Lounge lantai 11 Hotel Horison Ultima. Dimulai pukul 20.00,  BSF hari kedua diawali dengan sajian dari para musisi muda dari Batam, Kemudian dilanjutkan dengan penampilan slave trio asal Malaysia, disambung dengan Mattie Klein dengan groupnya Suoul Trio asal Berlin, Jerman.

Berbeda dengan penampilan trio asal Malaysia yang langsung bermain 3 lagu tanpa interaksi dengan penonton. Mattie Klein mengajak penonton untuk berdialog dan menjelaskan latar belakang lagu jazz yang ia tampilkan. Sajian suara piano dari keyboard, saxophone dan dentuman drum menjadi menarik saat Soul Trio memainkannya, dengan sedikit informasi mengenai lagu-lagu yang dibawakan secara instrumentalia itu.

4

Setelah dari Jerman, penonton “diajak kembali” ke Batam dengan penampilan Reggie Experimental yang menyajikan lagu jazz dengan paduan instrument moderen dan tradisional dari China, yaitu Erhu dan Kecapi. Selain itu, Reggi juga mengajak musisi asal Autralia, Merely yang bernyanyi dan bermain thrombone.   Kedua kolaborasi tersebut memberikan tontonan jazz tidak biasa dan menarik. BSF malam kedua kemudian diakhiri dengan penampilan band asal Malaysia Fieldplayers.

Artikel Terkait:

BSF memang kegiatan yang baru pertama kali diadakan. Digagas dan dilaksanakan oleh PAPPRI dan mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Riau maupun Kota Batam.  Dihubungkan dengan musik jazz yang diperingati setiap tanggal 30 April, Kegiatan ini sebagai upaya menggaet wisatawan mancanegara di wilayah perbatasan dengan negara tetangga, terutama di masa low season dan menjadi program Hot Deals 2018.

 

favico tourismvaganza website

TOURISMVAGANZA

Travel, Lifestyle & Entertainment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2013 - 2021 Tourism Vaganza - Allright Reserved | Web by Diitalizer
crossmenu linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram