Starbucks Ganti Sedotan Plastik dengan Sedotan Kertas

Starbucks Ganti Sedotan Plastik dengan Sedotan Kertas

Starbucks di Indonesia, telah  mengumumkan bahwa dimulai pada Bulan Februari ini,  semua gerai Starbucks di Indonesia secara bertahap akan mengganti sedotan plastik dengan sedotan kertas. Melalui gerakan ini, lebih dari 30 juta sedotan plastik akan berkurang setiap tahunnya.

Selain itu Starbucks akan mensosialisasikan penggunaan gelas “For Here” untuk setiap minuman yang dikonsumsi di dalam gerai. Sedangkan untuk minuman yang dikonsumsi di luar gerai, program “Bring Your Own Tumbler” yang telah berjalan selama 11 tahun akan semakin ditingkatkan.

Starbucks di Indonesia mengawali inisiatif penggunaan sedotan kertas pertama kali pada 1 Oktober 2018 melalui gerakan “Greener Nusantara” di Bali, yang kemudian berlanjut di Labuan Bajo, Lombok, dan Bandung pada bulan September 2019. Di bawah naungan PT Sari Coffee Indonesia, Starbucks di Indonesia selalu mengupayakan yang terbaik untuk lingkungan di mana gerai Starbucks berada sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

“Sebagai bagian dari masyarakat, kami berupaya untuk mendukung program dan gerakan dari pemerintah, termasuk saat ini adalah gerakan untuk mengurangi sampah di Indonesia. Greener Nusantara merupakan inisiatif untuk mendukung misi tersebut, sekaligus salah satu bentuk tanggung jawab kami terhadap lingkungan. Kami mengajak para pelanggan dan semuanya untuk terlibat dan berpartisipasi dalam langkah sederhana ini. Tentunya, Greener Nusantara akan terus kami kembangkan sebagai wujud nyata perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan,” jelas Anthony Cottan, director, PT Sari Coffee Indonesia.

Andrea Siahaan, senior general manager, pr & communications, PT Sari Coffee Indonesia, turut menyampaikan pesannya, “Mengurangi penggunaan sedotan plastik di lebih dari 430 gerai Starbucks di Indonesia merupakah sebuah langkah yang menciptakan dampak nyata. Kami akan terus mensosialisasikan dan mengajak para pelanggan dalam mengurangi sampah dengan cara menggunakan gelas “For Here” ketika menikmati minuman Starbucks di dalam gerai yang akan mengurangi penggunaan sampah gelas sekali pakai. Tidak hanya itu, kami juga membekali program pelatihan kepada para partners (karyawan Starbucks) untuk meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan serta memperkaya pengetahuan mereka agar lebih bijaksana dan bertanggung jawab terhadap lingkungan tempat kita berada.”

“Kami juga telah menyampaikan bahwa Greener Nusantara akan terus berkembang yang difokuskan pada peningkatan kegiatan untuk lingkungan yang lebih baik; mulai dari pemilahan sampah, daur ulang sampah plastik, pemanfaatan ampas kopi ataupun program tata kelola sisa makanan. Saat ini, berbagai inisiatif tersebut sedang kami pelajari dan tinjau secara konsisten. Kami berharap melalui inisiatif Greener Nusantara kami dapat menginspirasi para partner (karyawan Starbucks) serta pelanggan untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan mereka,” tutup Andrea Siahaan.

Salah satu langkah pada Greener Nusantara selaras dengan inisiatif Starbucks global untuk menyingkirkan penggunaan sedotan plastik pada akhir tahun 2020. Menyambut hari jadi Starbucks yang ke-50 pada tahun 2021, perusahaan tersebut telah mengumumkan sebuah aspirasi multi-dekade pada Januari lalu untuk menjadi sebuah perusahaan yang bersumber daya positif (a resource-positive company), memberikan lebih banyak kepada planet ini daripada yang telah diambil – dengan menyimpan lebih banyak karbon daripada yang dipancarkan, mengurangi limbah, dan menyediakan air bersih daripada yang digunakan. Starbucks mengajak semua orang untuk turut berpartisipasi.

Kunjungi halaman http://stories.starbucks.com/stories/sustainability  untuk informasi selengkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »