Mandalika Selenggarakan MHA Open 2020 Surfing Competition

Mandalika Selenggarakan MHA Open 2020 Surfing Competition

Mandalika sebagai salah satu destinasi super  prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah, juga terdampak akibat pandemi virus Corona Covig-19. Walaupun pembangunan sirkuit Mandalika untuk penyelenggaraan Moto GP 2021 tetap berjalan, namun kegiatan kepariwisataan baik, itu perjalanan wisata dan perhotelan nyaris terhenti.

Untuk itu Mandalika Hotels Association ( MHA) mencari ide kegiatan yang dapat kembali mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk datang berwisata ke kawasan Mandalika sekaligus meningkatkan kembali perekonomian di kawasan ini, maka tercetuslah ide mengadakan kegiatan kompetisi surfing berskala internasional.

Untuk itu pada tanggal 16-18 Desember 2020 akan digelar kegiatan MHA Open 2020 Surfing Competition, tepatnya di Pantai Seger, Kawasan KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Untuk itu pada tanggal 12 Desember 2020 telah digelar jumpa pers MHA open 2020 Surfing Competition yang bertempat di Poltekpar Lombok. Hadir secara online dalam jumpa pers ini mewakili  Rizki Handayani, Direktur produk wisata dan penyelenggaraan kegiatan ( Events) Kementerian pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Adella raung selaku DIrektur promosi minat khusus. Selain itu hadir juga Kadispar Provinsi NTB, H, Lalu Muh. Faozal dan ketua MHA Samsul Bahri.

Tampil sebagai pembicara, Jourena Juliet selaku Head of Project MHA open 2020 Surfing Competition, Candra selaku ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia ( PSOI) NTB, Tipi Jabrik Sekjen PSOI dan Dede Suryana mewakili Surfer Profesional.

Adella Raung, direktur Promosi WIsata Minat Khusus Kemenparekraf menjelaskan bahwa wisatawan peselancar atau surfer cenderung mencari destinasi wisata yang sepi dan memiliki length of stay yang panjang, Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang fokus pada nilai kualitas wisatawan dibandingkan kuantitasnya.

Dengan adanya kegiatan kompetisi surfing memberikan efek domino bagi perekonomian masyarakat Lombok. Juga sebagai bukti bahwa sebagai destinasi wisata, Mandalika telah siap mengadakan kegiatan berskala nasional dan internasional walaupun pandemi masih berlangsung.

Pada kegiatan MHA Open 2020 Surfing Competition ini akan diikuti  oleh 170 peselancar tidak hanya dari  NTB, tetapi juga datang dari Mentawai, Nias, Bali, Kupang, Jawa Barat, tetapi ada juga peserta asing (WNA)  yang tinggal di Indonesia, yaitu dari Australia, USA, Russia,  dan Afrika selatan.

Panitia juga menerapkan protokol kesehatan bagi peserta selama di darat dan telah mengikuti rapid test sebelum kegiatan. “ Kegiatan ini juga dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk berkunjung ke Mandalika dengan protokol kesehatan, “ ujar Adella.

Kadispar NTB Lalu M. Faozal berharap kegiatan ini diadakan secara  berkelanjutan, “ Dengan event yang sustainable, kita akan dapat meraih kepercayaan pasar wisatawan, sehingga kita dapat merasakan dampaknya langsung dalam peningkatan pariwisata di NTB, “ katanya.

Jourena Juliet selaku ketua panitia menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan oleh pihak MHA hanya 3 bulan yang idealnya persiapan kegiatan selama 6 bulan. “ Kami memilih kegiatan  surfing karena Lombok selain Gili, Mandalika sebagai detinasi wisata juga memiliki kualitas ombak yang tidak kalah dengan tempat lain sebagai destinasi wisata surfing.”

Ketua PSOI NTB,  Candra menjelaskan bahwa kegiatan lomba surfing ini akan diadakan sebanyak  4 kali dalam setahun. “ Agar kegiatan kompetisi semacam ini mempunyai dampak yang berkelanjutan bagi industri pariwisata di NTB maka  kami akan adakan  berkala sebanyak 4 kali dalam setahun.” ujarnya.

Candra menceritakan bahwa ada 4 lokasi di NTB yang dikenal sebagai detinasi para surfer, mulai dari Pantai Kuta,  lalu kawasan pantai di Kabupaten Lombok Barat dan Uutara, seperti  Pantai Bangko-Bangko dan Pantai Sengigi. Dilanjutkan dengan kawasan di Kabupaten Sumbawa Barat  ada 5 lokasi salah satunya Pantai Yoyo. Terakhir di Pantai Lakey di Kabupaten Dompu.

Diharapkan dalam kegiatan MHA Open 2020 Surfing Competition akan mendatangkan banyak wisatawan lokal, Nusantara maupun mancanegara, ditamnah dengan adanya kegiatan bazar akan smekain menggeliatkan para pelaku UMKM di Lombok Tengah.

Di akhir sambutannya, Candra menghimbau kepada masyarakt agar mendukung situasi perlombaan yang kondusif dengan Bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan

Dua pembicara terakhir adalah dari kalangan profesioal. Ada Tipi Jabrix sebagai Sekjen PSOI. Sambutan yang disampaikan secara online dari Bali, Tipi Jabrix menjelaskan bahwa para juri dalam kompetisi ini adalah para juri profesional yang telah memiliki sertifikat dari ASC ( Association of Surfing Competition).  “ Para juri nanti akan menilai dari faktor speed, flow, power dan combination” kata Tipi.

Dede Suryana, atlet profesional yang mewakili tim dari Jawa Barat mengingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. “ Saya berharap dalam kompetisi ini kita menjaga kebersihan pantai, laut dan daratnya, karena ini tempat bermain kita dan sebagai destinasi wisata, wisatawan akan terus Kembali datang jika tempat ini bersih dan nyaman, “ katanya mengingatkan.

Hal ini diamini oleh Jourena Juliet, bahwa dalam kegiatan ini akan dilakukan kegiatan beach clean up secara berkala dan plastic free. “ Kami berjanji dalam kegiatan ini akan bebas dari sampah plastik,” katanya menegaskan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »