Jelang Libur Lebaran, Mari Elka Tinjau Taman Safari dan Kebun Raya

Jelang Libur Lebaran, Mari Elka Tinjau Taman Safari dan Kebun Raya

ajax loader

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu bersama jajaran Kemenparekraf melakukan pemantauan kesiapan pengelola sejumlah objek wisata. Pemantauan objek wisata merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh Kemenparekraf menjelang Hari Raya Idul Fitri dan menyambut liburan. Kali ini, objek wisata yang dikunjungi adalah Taman Safari Indonesia dan Kebun Raya Bogor.

Pada kesempatan kunjungan, Menparekraf berdialog dengan Pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor yang menangani pariwisata serta pengelola Taman Safari Indonesia dan Kebun Raya Bogor. Pihak pengelola kedua obyek wisata memaparkan kesiapan fasilitas wisata yang akan dikunjungi wisatawan dan permasalahan yang berkaitan dengan akses menuju tempat tersebut.

“Kunjungan ini dimaksudkan untuk memantau kesiapan objek wisata terkait libur Hari Raya Idul Fitri 1434 H mengingat lonjakan jumlah kunjungan wisatawan. Berdasarkan data, pertumbuhan jumlah pengunjung di Taman Safari bertambah 4-5% setiap harinya. Hal ini merupakan cerminan dari peningkatan daya beli masyarakat yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan jumlah perjalanan wisawatan nusantara,” jelas Menparekraf saat berkunjung ke Taman Safari Indonesia (TSI), Jumat 2 Agustus 2013.

Beberapa hal yang sebaiknya mendapat perhatian dari pengelola lokasi wisata dan pemda setempat adalah kesiapan infrastruktur dan pengelolaan kepadatan lalu lintas atau kemacetan. Menparekraf menyarankan, untuk solusi jangka pendek agar dibuat jalur-jalur alternatif dan penempatan kantung-kantung pedagang kaki lima dibeberapa titik yang tidak jauh dari pusat keramaian sehingga pengunjung yang datang untuk berlibur tetap merasa nyaman.

“Pada tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke TSI pada Hari Raya Idul Fitri hingga H+10 mencapai 7% dari total kunjungan wisatawan dalam setahun. Artinya, liburan ini memiliki potensi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, sehingga dibutuhkan kesiapan pengelola untuk menghadapi ledakan pengunjung pada momen ini,” lanjut Menparekraf lagi.

Sementara itu, perwakilan pengelola TSI, Frans Manangsang menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menjelang hari libur Idul Fitri, antara lain : penataan billboard di jalur puncak, perbaharuan marka jalan, dan petunjuk jalan yang akan dilalui pengunjung serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Hingga saat ini, kami telah memiliki banyak koleksi binatang termasuk binatang liar yang telah kami latih sedemikian rupa untuk tidak menyakiti pengunjung,” kata Frans.

Sejauh ini, TSI memiliki beberapa fungsi, antara lain : edukasi, penelitian, rekreasi, dan konservasi. Salah satu konservasi yang telah dilakukan adalah  menyelamatan Curik Bali dan repatriasi Orang Utan.

TSI Cisarua Bogor telah memiliki gelar taman safari terbaik dari seluruh lembaga konservasi di Indonesia. Selain itu, TSI juga¬† memberikan kredit tanpa agunan pada pedagang kaki lima yang ada di Pasar Safari. “Kami juga telah menyiapkan berbagai titik untuk pos kesehatan, lanjutnya lagi.

Selanjutnya usai mengunjungi TSI, Menparekraf beserta rombongan mengunjungi Kebun Raya Bogor (KRB). Sama halnya dengan kunjungan ke TSI, kunjungan Menparekraf juga betujuan untuk memantau kesiapan KRB dalam menyambut lonjakan pengunjung menyambut liburan Hari Raya Idul Fitri.

“Kebun Raya Bogor merupakan salah satu tempat yang memungkinkan terjadinya wisata edukasi dan konservasi serta merupakan salah satu pusat spesies tanaman. Bicara destinasi wisata berarti bicara daya tarik, maka Kebun Raya Bogor kami nilai sebagai tempat wisata yang memiliki banyak daya tarik dan pengembangannya membutuhkan dukungan aksesibilitas dan infrastruktur,” kata Menparekraf saat berkunjung dan berdialog dengan pengelola Kebun Raya Bogor.

Melihat kekayaan yang terkandung dalam Kebun Raya Bogor tersebut, Menparekraf menyarankan agar pihak pengelola mengadakan pelatihan pemandu wisata berikut pengajaran keterampilan bahasa.

Kepala Pusat Konservasi Kebun Raya Bogor, Mustaid Siregar mengatakan bahwa saat ini, Indonesia memiliki 21 kebun raya yang tersebar di seluruh Indonesia. Maka, bisa dikatakan Indonesia memiliki ragam pesona flora yang mampu bersaing sebagai daya tarik pariwisata.

“Menyambut liburan Lebaran, kami memang belum menyiapkan paket wisata khusus, namun kami telah menyiapkan sejumlah posko keamanan dan kesehatan di beberapa titik,” lanjutnya.

Melihat persiapan yang telah dilakukan dikedua obyek wisata tersebut, diharapkan kedua tempat wisata termasuk seluruh tempat wisata di Indonesia memiliki kesiapan menyambut lonjakan pengunjung berkaitan dengan liburan, baik yang datang dari kalangan mudik maupun wisatawan dari masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *