Pesona Pandawa Lima di Pantai Kuta Selatan

Siapa yang tidak kenal dengan Bali dengan pantai-pantainya yang indah. Selain Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pantai Nusa Dua, Pantai Jimbaran, dan pantai-pantai lainnya, satu lagi sebuah pantai sedang ramai didatangi wisatawan. Pantai Pandawa, telah dibuka atas swadaya masyarakat, menambah kecantikan pulau dewata ini.

IMG_5837utk tv

Pantai Pandawa berada di wilayah Desa Kutuh, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai ini baru dibuka pada tahun 2012, setelah pengembangan lahan oleh warga Desa Kutuh selama 12 tahun. Lama waktu 12 tahun inilah yang menginspirasi nama Pandawa. Mengambil dari kisah lama waktu pengasingan pandawa lima di hutan rimba dari cerita Mahabaratha.

Untuk mencapai pantai ini, wisatawan akan melewati jalan yang sama menuju kawasan Garuda Wisnu Kencana. Kemudian akan melewati perbukitan kapur yang telah dipapas menuju bibir pantai. Memang betul, dahulunya kawasan ini tertutup oleh jajaran perbukitan dan karang kapur.

Dahulu kawasan pantai ini dinamakan oleh penduduk sekitar dengan nama Pantai Kutuh atau oleh kalangan wisatawan menyebutnya sebagai Secret Beach. Laut sekitar pantai ini dimanfaatkan sebagai tempat budidaya rumput laut oleh penduduk sekitar. Namun dengan kondisi perdagangan rumput laut yang menurun. Mendorong penduduk sekitar untuk kembali memikirkan peluang ekonomi masyarakat.

Maka dalam musyawarah desa, pantai ini kemudian dikembangkan menjadi kawasan wisata. Perlu 12 tahun untuk membuka kawasan ini sedemikan rupa hingga menjadi destinasi wisata yang cantik seperti sekarang.

IMG_5851utk tv

Menurut Wayan Kasim, Kepala Pengelola Pantai Pandawa, tidak ada bantuan pemerintah dalam pengembangan kawasan pantai ini. “ Dulu warga di sekitar pantai ini jika ingin mengadakan upacara harus merayap di tebing karang yang terjal. Tahun 1999 kami sudah memikirkan bagaimana mengembangkan kawasan ini. Hingga tanggal 27 Desember 2012, Kelautan dan Perikanan saat itu, Dr. Sjarif Tjitjip Soetardjo, SH, MH berkenan membuka secara resmi Pantai Pandawa, “ cerita Wayan.

Kini kawasan ini sudah dibanjiri oleh wisatawan, Kebanyakan turis domestik. Setiap harinya lebih dari 3000 wisnus berwisata di sini, sisanya sekitar 300 orang wisatawan asing. “ Kawasan ini penuh dengan wisatawan saat libur hari besar, seperti tahun baru dan Lebaran. Hampir 10.000 orang datang ke sini,” kata Wayan Kasim.

IMG_5928utk tv

Melimpahnya wisatawan tidak hanya memberikan pemasukan untuk kas desa tetapi juga masalah baru. Masalah parkir dan sampah, khususnya kulit kelapa muda. Saat Tourismvaganza bertandang ke pantai ini pertengahan November 2015, sedang dilakukan perluasan lahan parkir. “ Ada 150 warung yang terdata dikawasan pantai ini, sampah kelapa muda yang dihasilkan masih menjadi persoalan untuk kami untuk pembuangan atau daur ulang. Kami masih mencari mesinnya, ujar Wayan Kasim. “ Selain itu pelayanan dari pengelola warung juga masih perlu ditingkatkan, “ tambah Wayan Kasim.

Aktifitas di Pantai

Di pantai ini banyak aktifitas yang dapat dilakukan, mulai dari bersantai sambil berjemur, wisatawan dapat menikmati jajanan yang disediakan oleh warung-warung yang telah berdiri yang tertata dengan baik. Ada juga yang tidak hanya menjajakan makan dan minum, tetapi juga jasa spa. Ranjang-ranjang tempat pijat ditempatkan di lantai atas warung sehingga wisatawan dapat menikmati pijatan khas Bali sambil melihat ke arah pantai.

Selain itu ada juga penyewaan kano. Perahu Kano ini ada dua jenis, single dan double. Harganya single Rp 25.000,00 dan double Rp 50.000,00 untuk wisatawan lokal, sedangkan untuk wisatawan mancanegara dihargai 2 kali lipat dari harga lokal.

Pandawa Lima

IMG_5936utk tv

Yang menarik di kawasan pantai ini tidak hanya pantainya tetapi pada sisi tebing-tebing kapur di jalan menuju kawasan pantai. Tebing tersebut dibuat lubang-lubang besar untuk menempatkan 6 patung yang mengambarkan cerita pandawa lima. Mulai dari patung Dewi Kunti, Dharmawangsa nama lain dari Yudistira, Arjuna, Bima dan Nakula - Sadewa. Keenam patung ini menelan biaya sekitar 150.juta Rupiah per patung. Untuk pembuatan patung ini didatangkan bahan baku batu dari Pulau Nusa Penida dan tiap patung dibiayai oleh sponsor. Seperti terlihat pada setiap patung, ada keterangan nama sponsornya, mulai dari Menteri Kelautan dan Perikanan Dr. Sjarif Tjitjip Soetardjo, SH, MH, perusahaan Honda dan masih banyak lagi.

Artikel Terkait:

Harga Tiket Masuk 2016

Untuk tahun 2016, akan diberlakukan harga tiket yang baru. Untuk wisatawan Nusantara, tiket untuk orang dewasa sebesar Rp 10.000,00 dan anak-anak Rp. 4.000,00 sedangkan wisatawan mancanegara sebesar Rp 15.000,00 per orang.

favico tourismvaganza website

TOURISMVAGANZA

Travel, Lifestyle & Entertainment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2013 - 2021 Tourism Vaganza - Allright Reserved | Web by Diitalizer
crossmenu linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram