Philips Terangi Monumen Mandala Ikon kota Makassar

Philips Terangi Monumen Mandala Ikon kota Makassar

ajax loader

Menandai peluncuran program “Kota Terang Philips LED” di tahun 2015,  pemimpin global di bidang pencahayaan, telah menerangi ikon kota Makassar pada hari Sabtu, 28 Februari 2015. Program ini ditujukan untuk mendukung kota-kota di seluruh Indonesia agar  menjadi lebih nyaman huni dengan pemilihan pencahayaan yang pintar dan hemat energi.

Makassar –  yang baru saja dinobatkan sebagai salah satu kota paling nyaman huni di Indonesia oleh Indonesian Association of Planners (IAP, 2014) – merupakan pintu gerbang ke Indonesia Timur yang tengah berkembang, dengan sektor properti dan pariwisata yang bertumbuh pesat. Seperti halnya dengan kota-kota berkembang lainnya di Indonesia, Makassar juga menghadapi masalah kekurangan pasokan listrik dan biaya listrik yang terus naik.

“Philips mendapat kehormatan untuk mendukung kota Makassar memperindah ruang publiknya dengan pencahayaan LED yang hemat energi. Melalui penyinaran monumen Mandala yang bersejarah, kami berharap dapat menanamkan kebanggan pada masyarakat Makassar dan  secara bersamaan membantu kota ini untuk mengurangi konsumsi listrik,” ujar Chandra Vaidyanathan, Senior Vice President dan Country Manager untuk Philips Lighting Indonesia.

Teknologi Philips LED (light emitting diode) secara signifikan mampu mengurangi konsumsi listrik secara signifikan membuat biaya listrik menjadi yang lebih rendah, tanpa mengurangi kualitas atau terangnya pencahayaan. Teknologi LED juga meningkatkan fleksibilitas pada desain pencahayaan dan dapat dikelola secara digital – sebuah fitur berharga bagi aplikasi infrastruktur kota dan industri.

Untuk menerangi monumen Mandala, Philips memasang 16 buah lampu Color Reach PowerCore  (masing-masing 270W), 24 buah lampu Color Blast PowerCore (masing – masing 50W), dan 5 buah lampu iWBlast PowerCore (masing-masing 50W), untuk menciptakan ilusi megah pada dinding permukaan monumen. Instalasi pencahayaan LED terbaru pada monumen Mandala dapat menghemat energi sampai 67% dibandingkan dengan instalasi yang sama dengan menggunakan lampu konvensional.

Photo 4 - Prosesi seremonial

Lebih lanjut, sistem pencahayaan ini dapat dikontrol dari  jarak jauh, memberikan flexibilitas bagi pemerintah kota dalam membuat tema pencahayaan monumen. Philips juga memiliki opsi kerjasama melalui Philips Lighting Services untuk memastikan layanan pencahayaan end-to-end, mulai dari instalasi hingga pemeliharaan dan penggantian.

“Selain bekerjasama dengan pemerintah, Philips berharap dapat mendorong konsumen rumah tangga dan pelaku usaha di Makassar untuk mengeksplor bagaimana pencahayaan dapat berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup mereka, baik di rumah, tempat kerja, maupun ruang publik,” jelas Chandra lebih lanjut.

Bagi konsumen rumah tangga dan bisnis, beralih ke pencahayaan LED semudah mengganti bohlam konvensional ke bohlam LED yang tahan lama. Konsumen dapat merasakan manfaat dari pencahayaan berbasis teknologi LED yang hemat energi, yang mengurangi biaya listrik. Untuk memudahkan konsumen menghitung besarnya biaya listrik yang dapat dihemat dengan beralih ke pencahayaan LED, Philips menyediakan aplikasi kalkulator daring di www.switchtoled.philips.com.

Program “Kota Terang Philips LED” di Makassar menggelar ‘Philips Lighting Week’ (25 February – 1 Maret),  dimana selama seminggu berbagai kegiatan digelar untuk menginformasikan manfaat pencahayaan LED. Di Mal Ratu Indah, , Philips Lighting Week menghadirkan seminar profesional, workshop untuk universitas, talk show komunitas dan asosiasi profesi, serta pameran  yang menampilkan aplikasi pencahayaan yang telah dikembangkan Philips LED untuk rumah, bisnis, infrastruktur kota dan industri. Rangkaian aktivitas tersebut akan berakhir dengan upacara peresmian penyinaran dan konser Kota Terang di Area TSM, Tanjung Bunga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *