Upaya Menjadikan Indonesia Surga Wisata Belanja dan Kuliner Dunia

Urusan destinasi kuliner dunia, Indonesia masih kalah jauh dengan Thailand, apalagi Korea dan Jepang. Padahal kuliner Indonesia sangat banyak. Namun karena jumlah yang banyak itulah, secara nasional tidak mempunyai ikon kuliner yang terpilih menjadi kuliner nasional, berbeda dengan Jepang dengan sushinya, Korea dengan Kimchi serta Thailand dengan Tom Yam-nya.

Menteri Arief Yahya menjelaskan masalah Indonesia sebagai destinasi wisata kuliner dunia, dalam jumpa pers Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival 2018 di Kementerian Pariwisata, Selasa 18 September 2018.

Arief Yahya menjelaskan bahwa bisnis kuliner di Indonesia dari sisi pariwisata sangat menjanjikan. Sebanyak 30% pengeluaran wisatawan itu digunakan untuk kuliner. Bisnis kuliner juga tidak hanya menguntungkan tetapi juga memiliki pertumbuhan yang tinggi. Arief Yahya menilik masalah kuliner Indonesia menjadi 3 hal.

Pertama masalah pemilihan national food, Indonesia belum menetapkan makanan nasionalnya apa yang mau ditonjolkan. Kedua food destination, Indonesia belum menjadi destinasi wisata kuliner dunia, dan ketiga promosi kuliner Indonesia di luar negeri yang mengenalkan kuliner Indonesia dan mengakrabkan lidah  mereka dengan masakan Indonesia.

Untuk masalah makanan nasional, pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif telah menetapkan  Soto sebagai makanan nasional dengan berbagai macam soto di berbagai daerah, tercatat sebanyak 53 jenis soto. Namun kantor berita CNN telah memilih rendang, nasi goreng dan sate sebagai makanan yang berasal dari Indonesia masuk dalam daftar makanan terenak di dunia. Untuk itu Kementerian Pariwisata menetapkan 5 makanan nasional dalam rangka promosi pariwisata yaitu rendang, soto, sate, nasi goreng dan gado-gado.

Untuk menjadikan Indonesia destinasi wisata kuliner dunia, perlu ditingkatkan promosinya makanan Indonesia melalui penjualan masakan Indonesia di luar negeri. Jika Thailand memberikan subsidi untuk restoran yang menjual makanan nasionalnya di luar negeri, Indonesia belum mempunyai anggaran untuk itu. Akhirnya Kementerian Pariwisata mengadakan co-branding untuk 10 restoran masakan Indonesia yang sudah berdiri di luar negeri dengan menyematkan logo Wonderful Indonesia di restoran-restoran tersebut.

Selain itu, Kementerian Pariwisata telah menetapkan Bali, Bandung dan Joglosemar ( Jogjakarta, Solo dan Semarang) sebagai destinasi kuliner. “ Untuk itu sebagai awal, Bali, khususnya kawasan Ubud, tengah ditingkatkan standar pelayanannya untuk siap dipromosikan sebagai destinasi kuliner dunia. Baru kemudian Bandung dan Joglosemar akan menerapkan yang dijalankan oleh Bali, “ kata Vita Datau, Ketua tim percepatan wisata kuliner dan belanja Kementerian Pariwisata.

Selain kuliner Indonesia juga belum menjadi destinasi wisata belanja dunia.  Arief Yahya mengungkapkan bahwa masalahnya ada di regulasi dan kebijakan.  Di Indonesia, seseorang mendapatkan tax refund jika telah belanja sebesar minimal 5 juta Rupiah. “ Sebagai perbandingan, Singapura memberikan tax refund kepada seseorang yang belanja sebesar Singapore $ 100 dan klaimya mudah.  Jika dirupiahkan sektar 1 juta Rupiah, Hal ini yang menghambat Indonesia menjadi destinasi wisata belanja,” ujar Arief Yahya.

Untuk Indonesia harus merevisi kebijakannya agar wisatawan lebih tertarik dan nyaman untuk menjadikan Indonesia destinasi wisata Belanja.

Artikel Terkait:

 

 

Di unggah oleh:  Ferry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2013 - 2021 Tourism Vaganza - Allright Reserved | WebDev Credit
crossmenu linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram