Cipta Award 2013 Untuk Tempat Wisata Berwawasan Lingkungan

Cipta Award 2013 Untuk Tempat Wisata Berwawasan Lingkungan

ajax loader

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  kembali memberikan Penghargaan Citra Pesona Wisata atau yang dikenal dengan Cipta Award. Penghargaan ini diberikan kepada 9 pengelola daya tarik wisata yang telah berhasi mengembangkan usahanya sesuai dengan nilai kearifan lokal dan berorientasi lingkungan, pada Jumat, 27 September 2013 di Hotel Shangri-la Jakarta.

Pemberian penghargaan ini adalah apresiasi pemerintah terhadap pengelolaan potensi wisata di Indonesia yang tidak lepas dari pengaruh berbagai aspek termasuk lingkungan dan kearifan lokal serta bagaimana pengelola tempat tersebut bersama masyarakat membangun daerahnya.

“Pariwisata yang kita inginkan adalah pariwisata yang berkelanjutan, dalam arti yang komprehensif yaitu berwawasan lingkungan serta berkelanjutan dalam arti sosial ekonomi dan budaya. Jika kita ingin membangun tempat wisata kita harus melakukannya tanpa merusak lingkungan, harus melakukan dengan mengembangkan ekonomi dan sosial di daerah yang ada dan kita juga harus melakukannya dengan melindungi bahkan mengembangkan budaya setempat,” papar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu pada acara Malam Anugrah Cipta Award 2013.

Dalam acara yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day), Menparekraf mengingatkan bahwa pengelolaan daya tarik wisata berwawasan lingkungan atau eko-wisata harus memperhatikan keadaan alam dan budaya yang ada, bukan hanya mengikuti trend sehingga akan terwujudnya pariwisata yang berkelanjutan.

Proses penilaian dan kriteria Cipta Award 2013 menggunakan parameter yang diadaptasi dari Global Code for Tourism Ethics yang menjelaskan pariwisata yang berkelanjutan dalam arti pengelolaan pariwisata yang memilki konsep pengembangan lingkungan, sosial ekonomi dan budaya.

Selain mengacu pada kode etik yang berlaku secara global, penilaian Cipta Award juga memperhatikan unsur kearifan lokal yang ada di daya tarik wisata tersebut. Menurut menparekraf melibatkan nilai kearifan lokal menjadi salah satu yang membedakan pengelolaan daya tarik wisata di Indonesia dengan negara lain.

“Apa yang membedakan Indonesia sebagai daerah wisata dengan negara lain menurut Saya adalah kearifan lokal yang masih dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat.  Banyak juga nilai-nilai kearifan lokal di Indonesia yang berorientasi pada lingkungan,” tambahnya.

Terdapat tiga kategori daya tarik wisata berwawasan lingkungan yang dinilai dalam penghargaan ini, yaitu ; pengelolaan daya tarik wisata alam, pengelolaan daya tarik wisata budaya dan pengelolaan daya tarik wisata buatan. Masing-masing kategori tersebut dibagi menurut jenis pengelolanya antara lain pemerintah (Pemerintah daerah, BUMN dan BUMD), pihak swasta dan LSM, Masyarakat dan perorangan.

Sebanyak 144 daya tarik wisata dari 27 provinsi di Indonesia mengirimkan profil mereka sebagai tahapan awal keikut sertaan dalam Cipta Award 2013. Dewan juri yang diketuai oleh Prof. Yuwana Marjuka dan 6 anggota juri lainnya termasuk Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus Achyaruddin menyatakan terdapat 27 daya tarik wisata yang layak masuk kedalam nominasi dan dilakukan peninjauan lapangan.

Penerima Penghargaan Citra Pesona Wisata (Cipta Award) 2013, adalah sebagai berikut :

I.Pengelolaan Daya Tarik Wisata Alam Berwawasan Lingkungan :

  1. Dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD, yaitu : Pura Ulun Danu Bratan, Bali
  2. Dikelola oleh BUMS, yaitu : Agrowisata Hutan Mangrove Lagoi, Riau
  3. Dikelola oleh LSM, masyarakat atau perseorangan, yaitu : Pulau Kakaban, Kalimantan Timur

II.Daya Tarik Wisata Budaya Berwawasan Lingkungan

  1. Dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD, yaitu : Benteng Vredeburg, Yogyakarta
  2. Dikelola oleh BUMS, yaitu : The Blanco Renaissance Museum, Bali
  3. Dikelola oleh LSM, masyarakat atau perseorangan, yaitu: Desa Wisata Panglipuran, Bali

III. Daya Tarik Wisata Buatan Berwawasan Lingkungan

  1. Dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD, yaitu  : Owabong, Jawa Tengah
  2. Dikelola oleh BUMS skala kecil, yaitu : Kampung Sampireun, Jawa Barat
  3. Dikelola oleh BUMS skala besar, yaitu : Jatim Park 1, Jawa Timur

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *