Alor Creative Market, Sajikan Potensi Kuliner Khas dari Mangga Alor

Alor Creative Market, Sajikan Potensi Kuliner Khas dari Mangga Alor

Alor Creative Market (ACM) perdana, telah sukses digelar selama dua hari,31 Oktober – 1 November 2020 di Tamam Suaka Alam Pantai Sebanajr, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Sesuai dengan temanya, Kreatif Mangga Alor, maka dalam ACM disajikan berbagai kuliner yang merupakan dengan cita rasa mangga Alor, hasil racikan kreator kuliner dan penggiat pariwisata, Shanty Maro. Salah satu keunikan kuliner dengan cita rasa mangga Alor yang dikreasikan dan didemonstrasikan Shanty Maro yakni masakan botok (jewawut) dari Pulau Pantar dengan mangga Alor dan aneka rempah lokal lainnya.

Dipandu host Beno Caribera dan Eny Nazir, nampak Shanty Maro dengan lincah memperagakan cara meracik bahan dasar dan bumbu-bumbu untuk memasak botok mangga Alor di tepi pantai TSAP Sebanjar.

Kapolres Alor, AKBP. Agustinus Christmas,S.IK yang menutup secara resmi ACM 2020,  mengakui sensasi rasa menu botok mangga Alor.  “Ini baru pertama kali saya cicipi menu botok mangga Alor dan rasanya enak sekali sehingga saya katakan, ini rasa yang belum pernah ada,” tandas Agustinus..

Host Beno Karibera dan Eny Nazir menimpali, kiranya rasa yang tertinggal itu membuat para wisatawan terkesan dan mau berlama-lama di Alor, bahkan kembali lagi ke Alor. Bagi yang belum pernah ke Alor, menjadi tertarik untuk datang menikmati indahnya alam dan budaya Nusa Kenari serta lezatnya aneka kuliner khas Alor.

Sesuai tema ACM, maka hadir pula sejumlah penjual mangga Alor. Harga jual yang dipatok  di arena Alor Creative Market yakni Rp 25.000 per tiga buah. Kalau di pasar-pasar dalam kota Kalabahi, umumnya seharga Rp 10.000/buah, ada yang menjual dengan harga Rp 50.000 per empat buah. Ukuran buah sangat mempengaruhi harga. Semakin besar buah, semakin mahal harga jualnya.

Mangga Alor kini menjadi  salah satu bahan dasar menu andalan di Cafe TSAP Sebanjar, antara lain; Sup Mangga Ikan, Salad Mangga Ikan Teri, Ikan Wrapped Saos Mangga, Ikan Bakar Sambal Mangga, Pepes Ikan Mangga Muda, Nasi Bakar Isi Ikan dan Mangga, Steak Ikan Kentang dan Saos Mangga, Sushi Ikan&Mangga. Sedangkan minuman, tersaji Mojito Mangga, Manggo Collada (plus sopi), Jus Mangga, Manggo Float dengan Ice Cream dan Puding Mangga.

Di masa kepemimpinan Bupati Alor, Ir.Ansgerius Takalapeta (periode 1999-2009), pernah diadakan kontes atau Lomba Mangga Alor, yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Alor. Unsur yang dinilai saat itu antara lain ukuran buah, warna daging atau isi buah, cita rasa dan wadah dalam menyajikan mangga kelapa atau mangga Alor dimaksud. Lomba ini setelah varietas mangga kelapa dari Alor ini lolos uji sertifikasi benih pada lembaga berkompeten di tingkat nasional dan disertifikasi dengan nama Mangga Alor.

Untuk menikmati mangga Alor, sebaiknya dikonsumsi saat setengah matang. Jika terlalu matang, maka daging Mangga Alor berserat, dan semakin terasa manis sehingga lebih cocok dibuat menjadi jus mangga Alor. Mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Alor, Thomas Lalangpuling,SM.,S.TP (alm) menjelaskan bahwa pohon mangga Alor tergolong besar dan rindang, sehingga jika dibudidayakan dengan menanam anakan, maka membutuhkan waktu antara lima hingga tujuh tahun untuk berbuah.

Menurut Thomas, mangga Alor bisa juga dikembangkan dengan cara mencangkok dari induk pohon yang sudah tua usia, sehingga ketika dipindahkan langsung berbuah ketika induknya berbuah. Tetapi dengan mencangkok, jelas Thomas, ukuran buahnya tidak sebesar dari pohon yang dikembangkan dengan menanam anakan.

Demikian pula soal cita rasa, anakan mangga Alor. Menurut Thomas,  jika ditanam ke wilayah di luar Alor, rasa buahnya tidak seperti sensasi rasa buah mangga Alor yang ditanam di Alor. “Hal ini mungkin berhubungan dengan unsur tanah dan iklim di Alor yang jadi pembeda. Ujar Thomas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »