Kemenparekraf Gali Potensi Wisata di Taman Nasional Kepulauan Seribu

Kemenparekraf Gali Potensi Wisata di Taman Nasional Kepulauan Seribu

Dalam rangka mengembangkan potensi wisata alam di Kawasan taman nasional, Kemenparekraf mengadakan survey pola perjalanan wisata  di beberapa taman nasional. Setelah bulan Oktober melakukan survey di Kawasan Taman Nasional Baluran, Jawa Timur, kini Taman Nasional Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, menjadi tempat survey berikutnya.

Survey dilaksanakan pada tanggal 4-8 November 2020. Berbagai kegiatan dilakukan untuk  mengindetifikasikan pola perjalanan wisata yang ada di Taman Nasional Kepulauan Seribu ( TNKpS) yang nantinya akan direkomendasikan menjadi paket wisata bertema khusus.

Diharapkan dari rekomendasi ini dapat diterapkan oleh para pemangku kepentingan di TNKpS, seperti para tur operator atau agen perjalanan maupun pihak taman nasional dalam membuat paket perjalanan dengan tema-tema khusus bagi wisatawan sehingga dapat memenuhi kebutuhan wisatawan dan meningkatkan kualitas perjalanan wisatawan termasuk lama tinggalnya (length of stay).

Selama 5 hari perjalanan di TNKpS, tim survey pola perjalanan Kemenparekraf melakukan berbagai kegiatan. Mulai dari berkoordinasi  dan melakukan paparan seputar kegiatan survey pola perjalanan wisata, serta melakukan peninjauan di pulau-pulau yang mempunyai potensi wisata yang sudah dan belum dikembangkan.

Mulai dari Pulau Pramuka, P. Harapan, P. Sepa, P. Pelangi, P. Putri, P. Kotok, P. Macan, P. Perak, P. Semak Daun, P. Dolphin, yang berada di dalam wilayah kawasan taman nasional maupun di luar kawasan taman nasional , seperti Pulau Tidung dan Pulau Pari, serta P. Air.

Phot by : Agustinus Dwi Cahyo – Tim Polper TNKpS Kemenparekraf

Potensi wisata yang menarik untuk dikembangkan adalah Trash Edupark yang ada di Pulau Pramuka yang dikelola oleh Rumah Literasi Hijau, Konservasi  Elang Bondol di Pulau Kotok yang dkelola oleh Jakarta Animal Aid Network,  meninjau Hutan Mangrove dan konservasi Penyu di  P. Kelapa Dua  serta mencoba kegiatan Kayak di kawasan Pulau Air.

TNKpS terdiri dari berbagai lapis wilayah/zona, mulai dari zona Inti dan zona perlindungan yang dijaga agar tidak ada campur tangan dan kegiatan manusia, serta zona pemanfaatan yang dijadikan destinasi wisata dan pemukiman.

Kondisi sekarang ini, wisatawan lebih banyak berasal dari kawasan Jabodetabek dan Bandung. Titik keberangkatan dan pulau dari Kali Adem dan Marina Ancol. Sebagian besar memilih Pulau Pramuka dan Pulau Harapan sebagai destinasi tujuan utama, baru kemudian melakukan perjalanan ke pulau-pulau lainya seperti Pulau Kelapa Dua, Macan , Putri, Sepa, Dolphin, Pelangi dan Perak.

Kegiatan wisata yang biasa dilakuan para wisatawan selain bermalam di resor-resor maupun berkemah,  adalah berenang dan snorkeling, menyelam, memancing, wisata penyu dan mangrove. Semuanya bersifat  wisata masal.

Namun sebetulnya banyak kegiatan wisata lain yang bertema khusus dan bersifat eksklusif, seperti wisata recycling sampah, edukasi ikan Nemo dan Elang Bondol, serta wisata olahraga Kayak. Selain wisata edukasi penyu, hutan Mangrove dan memancing yang dapat lebih ditingkatkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »