Kembangkan Hybrid Channel, Dwidayatour Buka Tiga Cabang Baru

Selain fokus pengembangan channel online melalui konfirmasi instan di mobile apps, Dwidayatour perkuat jaringan offline dengan membuka tiga cabang baru di luar Jakarta. Pada tanggal 5 Mei 2017 – Dwidayatour, penyedia jasa wisata domestik dan internasional, telah membuka 3 cabang baru di luar Jakarta pada semester pertama tahun 2017.

Langkah ini merupakan konsistensi konsep hybrid channel, dimana mengembangkan channel online dan hotline 24 jam, namun tetap fokus mengembangkan jaringan offline. Adapun cabang yang baru saja dibuka secara estafet adalah cabang di kota Manado, Karawang dan paling terbaru adalah cabang ke-3 di kota Medan yang berlokasi di Sun Plaza.

Hendriyapto selaku VP Commercial Dwidayatour, mengatakan “Hadirnya beberapa cabang baru di beberapa kota di Indonesia, untuk semakin mendekatkan diri kepada konsumen. Sehingga konsumen di era digital ini bisa memilih transaksi di channel manapun yang lebih nyaman bagi mereka.”

Pembukaan cabang ini bersamaan dengan periode jelang libur lebaran dan libur sekolah sehingga bisa mengantisipasi kenaikan permintaan tiket pesawat, kamar hotel maupun paket tur. Menyambut itu, Dwidayatour memberikan rangkaian promo khusus seperti potongan harga hingga Rp 1.500.000 untuk produk tour.

Parade tiket murah pun tetap digelar menyambut libur sekolah. Diantaranya adalah penerbangan domestik mulai dari Rp 340.000 per keberangkatan tujuan Pangkal Pinang, Bangka Belitung, yang menjadi destinasi wisata favorit kaum urban. “Sekarang kami juga tengah melakukan persiapan untuk pembukaan beberapa cabang terbaru lainnya baik di Jabodetabek maupun di luar Jakarta.” tambah Hendri optimis.

Konsep Hybrid Channel Pembukaan cabang terbaru ini merupakan salah satu langkah strategis perusahaan di tengah fokus pada pengembangan online. Berdasarkan research yang dilakukan internal, produk yang ditawarkan oleh travel agent banyak variasinya. Ada product low involvement dimana informasinya mudah diakses oleh konsumen, sehingga cocok diakses di online.

Tetapi ada juga produk dengan karakter high involvement yang menuntut penjelasan cukup spesifik ke konsumen sehingga diperlukan tatap muka dari frontliner. Contohnya paket tour dan cruise. Selain itu ada beberapa produk yang belum siap secara teknologi untuk diakses secara online, sehingga perlu jaringan offline, misalnya penyerahan dokumen untuk pembuatan passport dan visa.

Artikel Terkait:

Kami melihat bahwa mayoritas konsumen Indonesia adalah multi channel. Bisa transaksi di online ataupun offline. Mencari informasi di online kemudian transaksi di offline ataupun sebaliknya. Sehingga konsep hybrid channel ini membuat kami bisa mengintegrasikan customer kami di semua channel. Lebih lanjut Hendriyapto menambahkan, pembukaan cabang baru mempunyai makna yang strategis, yaitu turut mendukung pertumbuhan industri wisata Indonesia yang semakin menggeliat. “Apalagi kini masyarakat Indonesia sudah menempatkan wisata sebagai kebutuhan gaya hidup mereka.”tutup Hendri.

Dengan hadirnya cabang baru ini, Dwidayatour telah memiliki lebih dari 90 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan dua cabang internasional yaitu di Hong Kong dan Sydney, Australia. Pencapaian ini semakin mengukuhkan penghargaan Rekor Bisnis yang telah diperoleh beberapa waktu lalu sebagai Travel Agent dengan cabang Non Waralaba Terbanyak & Pelopor Sistem Booking Online dengan Variasi Fitur Terlengkap.

favico tourismvaganza website

TOURISMVAGANZA

Travel, Lifestyle & Entertainment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2013 - 2021 Tourism Vaganza - Allright Reserved | Web by Diitalizer
crossmenu linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram