Ubud Writers & Readers Festival Beri Penghargaan Pada Pendongeng dari Bali

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) yang ke-16dimulai pada Rabu (23/10/2019). Sebagai satu dari lima festival sastra terbaikdunia untuk tahun 2019 versi The Telegraph UK, Festival tahun ini menghadirkanlebih dari 180 pembicara yang datang dari 30 negara. Mereka akan bergilirantampil dalam 70 sesi diskusi menarik yang dingkat dan dikembangkan dari tematahun ini, Karma.

UWRF resmi dibuka pada acara Gala Opening yang berlokasi diPuri Ubud. Malam Gala Opening dibuka oleh tari penyambutan dari Sekhaa Tabuhdan dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak termasuk Penglingsir PuriUbud Tjokorda Gde Putra Sukawati dan Pendiri & Direktur UWRF Janet DeNeefe.

“Banyak orang yang berkata bahwa kita perlu sebuah komunitasuntuk menciptakan sesuatu. Seperti yang Anda lihat, itulah yang telahmenciptakan Ubud Writers & Readers Festival dan kami merasa sangatberterima kasih karena komunitas di sini telah medukung kami. Saya harap Andadapat menikmati empat hari ke depan dan benar-benar merasakan apa yangditawarkan oleh Ubud,” ujar Janet DeNeefe dalam sambutannya. 

Selanjutnya, sambutan dilanjutkan oleh Tenaga Ahli MenteriPariwisata Bidang Management Calender of Events Kementerian Pariwisata RepublikIndonesia Dra. Esthy Reko Astuty M.Si dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda OkaArdana Sukawati.

Pada Gala Opening ini, UWRF juga kembali memberikanpenghargaan sepanjang masa atau Lifetime Achievement Award kepada sosok sastraterpilih. Penghargaan ini pernah diberikan oleh UWRF kepada Sapardi DjokoDamono pada tahun 2018 dan Almarhumah NH. Dini pada tahun 2017. Tahun ini,penerima Lifetime Achievement Award UWRF adalah Made Taro, seorang pedongenglegendaris asal Bali yang telah berjasa dalam melestarikan cerita rakyat dandongeng lisan khususnya di Bali.

Lahir pada tahun 1939 di Sengkidu, Bali Timur, Made Taroawalnya mempelajari arsitektur, tetapi menemukan panggilannya untuk menulispuisi dan dongeng anak-anak. Ia telah menulis berbagai buku mengenai dongengtradisional, begitu pula lagu dan permainan yang terinspirasi dari kisah dongeng.Beberapa judul buku yang ia tulis antara lain Dari Goak Maling Taruh SampaiGoak Maling Pitik, Dari Ngejuk Capung Sampai Ngejuk Lindung, Mengapa ManusiaTidak Melihat Dewa?, dan Mendongeng Lima Menit. Made Taro juga telah kerapmenerima penghargaan untuk karyanya dalam pelestarian dan usahanyamempopulerkan kembali dongeng-dongeng tradisional.

“Menerima penghargaan ini, saya terkejut sekaligus gembira.Namun, dalam hati saya juga bertanya-tanya apa sebabnya saya diberipenghargaan. Memang sudah 46 tahun saya berkarya, tapi mungkin sampai sekarangmasih banyak kalangan masyarakat yang menganggap remeh, ujar Made Taro.

“Apa yang saya kerjakan sejak tahun 1973 ini sudah sayaterbitkan dalam bentuk buku. Jika dijumlah, mungkin ada lebih dari 40 buku. Duadari buku-buku tersebut mendapat perhatian dari luar negeri, diterbitkan diAmerika Serikat dan Thailand. Tahun ini, karya saya mendapat perhatian dariUWRF. Saya tambah semangat. Semoga dengan adanya penghargaan ini, saya menjadilebih bersemangat berkarya. Jadi, UWRF membuat saya semangat sehingga saya lupasaya sudah tua,” tutup Made Taro yang disambut oleh tepuk tangan meriah daripara hadirin Gala Opening.

Secara khusus, UWRF akan menghadirkan panel diskusi mendalambersama Made Taro dalam sesi A Lifetime of Storytelling pada Minggu(27/10/2019) pukul 15.45-17.00 WITA di Indus Restaurant. Di tengah gempurangadget dan permainan digital yang sangat membuat ketagihan, Made Taro melakukanperjalanan ke seluruh Bali dan sekitarnya, mengajar anak-anak tentang keajaibanpermainan, lagu, dan cerita rakyat nasional. Dalam panel tersebut, Made Taroakan mengisahkan hampir empat dekade perjalanannya dalam merayakan ceritarakyat dan dongeng lisan.

Setelah Made Taro menerima penghargaan, acara dilanjutkandengan pembacaan puisi oleh Cynthia Dewi Oka dan ditutup dengan pementasan tariJapatuwan yang dibawakan oleh kelompok tari Bumi Bajra dengan koreografer DayuAni. Main Program UWRF dihadirkan pada hari beikutnya, Kamis (24/10/2019)setelah Festival Welcome di NEKA Museum dari Janet DeNeefe, Guy Gunaratne, danNirwan Dewanto.

Main Program UWRF akan hadir mulai 24-27 Oktober di tigavenue utama, yaitu Festival Hub @ Taman Baca, Indus Restaurant, dan NEKAMuseum. Berbagai panel diskusi menarik dengan berbagai topik dapat dinikmatipengunjung Festival, misalnya sesi Rise of the Tiger, Imagining the Past,Precious Peatlands, dan masih banyak lagi. Selain itu akan ada pula 100 lebihprogram lainnya seperti Special Events, lokakarya, lokakarya budaya, pemutaranfilm, pameran seni, peluncuran buku, pertunjukan musik, dan lainnya.

2019

"Ketika kami merenungkan 16 tahun terakhir dan tentangbagaimana Festival telah berkembang menjadi salah satu acara sastra terbaikdunia, kami dapat menghargai maknanya sebagai wadah untuk pertukaran lintasbudaya," ujar Pendiri & Direktur UWRF Janet DeNeefe.

“Melalui tema Karma tahun ini, kami merayakan para penulis,seniman, dan pegiat dari seluruh Indonesia dan dunia yang sangat menyadarikonsekuensi dari tindakan mereka, dan bagaimana konsekuensi tersebut akanberdampak pada masa depan kita bersama,” lanjutnya.

“Jika Anda menyukai kisah yang luar biasa, jika Anda terbukauntuk ide-ide inovatif, jika Anda ingin belajar lebih banyak tentang Indonesiadan sekitarnya, atau jika Anda percaya akan kekuatan kreativitas untukmenghasilkan perubahan yang nyata, maka datang dan nikmati keajaiban yang kinimembuat UWRF lebih dikenal. Bagi banyak orang, UWRF telah mengubah hidup. Halini berlaku untuk saya, dan saya harap hal tersebut juga berlaku untuk Anda,”

Artikel Terkait:
tutup DeNeefe.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website www.ubudwritersfestival.com

favico tourismvaganza website

TOURISMVAGANZA

Travel, Lifestyle & Entertainment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2013 - 2021 Tourism Vaganza - Allright Reserved | Web by Diitalizer
crossmenu linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram